Menjaga Kredibilitas Blog

IMG_2345[1]

BloggerCampID – Tujuh tahun lalu, kesukaan saya menulis catatan harian bermigrasi menjadi catatan online di era internet. Atau yang lebih dikenal dengan blog! Namun, bagaimana menulis blog ini agar konsisten tetap menulis? Dan seperti apa para penulis blog ini mengawali tulisannya untuk dipublish dalam blog?. Dalam rangka Hari Blogger Nasional yang diselenggarakan Juara Agency di empat kota, diantaranya: Jakarta, Makasar, Purwokerto dan Surabaya. Event bertajuk @BloggerCampID diikuti oleh ratusan peserta di setiap kota. Untuk di Jakarta, @BloggerCampID diselenggarakan di Camp Hulu Cai, Ciawi-Bogor. Yang didukung oleh Indosat Love dan Net Media sebagai media partner.

@BloggerCampID berlangsung 26-27 Oktober 2015 diisi dengan beragam kegiatan salah satunya adalah workshop yang bertema “Membangun Kredibilitas Blog” yang dipandu oleh @Ndorokakung dengan narasumber  Maulana Nurhadi dari Head Quarter Twitter sebagai Campaign Manager, SEA – Indonesia , Budayawan Nirwan Dewanto, dan Senior Blogger Iman Brotoseno.

Menurut Nirwan Dewanto, blog pada umumnya tidak bisa dianggap sebagai kelanjutan langsung dunia tulis menulis.

“Saya seorang yang hidup di dunia tulis menulis, kemudian memasuki dunia sosial media,” tutur pemilik akun @nd_nir mengawali pemaparannya.

“Setiap orang bisa menulis, karena, pada dasarnya menulis adalah bercakap-cakap. Namun, menulis itu perlu latihan. Sebab menulis adalah keterampilan, dimana tidak semua orang memilikinya. Kita memerlukan usaha ekstra untuk menjadi penulis,” jelasnya kepada peserta @BloggerCampID.

Kini, bermunculan para penulis yang mulanya adalah penulis blog. Hal itu memerlukan disiplin, dan kesetian menekuni bidang tertentu.

Dua Karakter Penulis

Dari karkter penulis, bisa dikategorikan dua jenis penulis. Pertama, penulis spesialis. Kedua, penulis jenis lain. Penulis spesialis misalnya, adalah mereka yang menulis secara spesifik isu. Sedang, penulis jenis lain adalah penulis yang menulis tentang apa sajaa. Penulis jenis ini memiliki penyakit yakni tidak memiliki pengetahuan mendalam dalam bidang apapun. Ia menulis banyak, tetapi pengetahuannya terbatas.

Lalu bagaimana agar menjadi seorang penulis spesialis?

“Pilihan memang tak datang tiba-tiba, mencoba, dan mencoba untuk mengasah keahlian dibidang tertentu, dari sekian banyak hal yang ditulis akan menemukan hal yang paling menarik untuk ditulis,” terang Nirwan.

Tidak jarang, bagi penulis blog pemula isi tulisannya selalu campur aduk. Disampaikan oleh Imam BR, kini ada pergeseran dimana orang ngeblog tidak hanya personal dokumentasi tetapi juga sharing.

“Butuh waktu yang lama untuk saya menulis yang fokus pada satu topik. Awalnya, saya bisa menulis 12 tulisan dari satu minggu. Kini, hanya 2 tulisan dalam satu bulan. Itu juga dengan usaha dan kerja keras,” kisahnya.

Jadi, bagaimanakah menulis yang baik? Yang sering menulis atau yang sedikit menulis?

“Menulis itu passion. Menulis yang baik harus dibarengi dengan riset yang mumpuni. Apalagi, bagi saya yang kini khusus menulis ihwal sejarah,” ungkap pemilik akun @imanbr.

Membangun kredibiltas blog bukan sesuatu hal yang susah, namun juga tidak gampang. Kredibilitas dibangun oleh banyak faktor, misalnya tulisan tentang pengetahuan bidang tertentu dan konsisten menulisnya.

“Yang harus diperhatikan dalam menulis adalah perhatikan tata bahasa! Ejaan, tanda baca, agar tulisan menarik tekankan pada plot dimana hal itu diceritakan dengan menarik,” papar Nirwan.

Jika tulisan di blog sudah konsisten, fokus pada topik tertentu maka reputasi blog akan didapat dengan sendirinya. “Reputasi blog dibangun oleh waktu,” tukas Iman BR.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s