Artikel · Make Up · Review

Bedak Tabur Lokal Warisan Ibu

Holla Beauty Readers,

Jika ada yang melontarkan pertanyaan pada saya, “hal apa yang mengingatkan kamu pada Ibu,?” maka jawaban saya adalah bedak, Lipstik dan celak!

Sedari kecil saya terbiasa didandani oleh Ibu, sebagai anak sulung perempuan hal ini pasti menjadi lumrah. Banyak yang bilang bahwa merawat anak kecil perempuan lebih menyenangkan dan menantang, terutama dalam memilih padu padan pakaian. Bahkan, bagaimana mendandaninya wajahnya agar terlihat lucu, oh tentu saja bukan dengan make up orang dewasa! Kalian bisa lihat ada sedikit perbedaan antara anak perempuan dan laki laki ketika ditaburkan bedak, biasanya bedak pada wajah anak perempuan akan lebih merata ketimbang anak laki-laki. Dimana saya akan mengolok bedak pada anak-anak, “hai buah kesemek!.” Iya. Wajah mereka akan terlihat seperti itu, beauty readers. Setidaknya itu menurutku ­čÖé

Ibu adalah orang pertama yang memperkenalkan make up. Walaupun Ibu saya bukan make up junkie tetapi pada masanya Ia, cukup memperhatikan penampilan wajah sampai sekarang. Salah satu kosmetik Ibu, yang selalu saya ingat adalah bedak tabur Viva. Kemasan sachetnya mudah ditemui di warung-warung klontongan di dekat rumah. Terkadang, si penjual meletakannya begitu saja di etalase warung. Biasanya dijajaran paling depan, agar mudah terlihat pembeli.

Sayangnya, mudah terkena cahaya matahari hingga kemasannya berubah warna. Dan jarang dari pembeli yang komplain ketika membeli produknya, karena mereka enggak tahu bagaimana make up yang bagus dan enggak.

Tidak hanya Ibu, hampir semua perempuan di tempat tinggalku dahulu di kampung Pangantingan, 30KM dari kota Garut. Mereka membeli bedak tabur Viva, menggunakannya sekali-kali ketika ada hajatan tetangga, Agustusan dan bedak tabur Viva yang berisi 25gram itu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk habis dipakai. Mereka mungkin akan membeli kembali bedak tabur Viva dalam kurun waktu beberapa bulan, tapi ini terjadi jika bedaknya tumpah karena ulah anak-anaknya!

Dan saya pernah menumpahkan┬ábedak tabur Viva punya Ibu! Yeahhh Ibu ngambek dan lemari kosmetik digembok ­čśŤ┬áNovember lalu,┬ábedak tabur yang saya miliki habis (saya akan menuliskan reviewnya nanti) jadilah saya cari-cari refensi bedak tabur apasik yang lagi ngetrend dikalangan make up junkie.┬áSaya menemukan┬áViva Face Powder di Hypermart Depok Town Square. Dibandrol dengan harga Rp. 8.400,- diskon 20% ketika itu.

Ini dia penampakannya:

viva-face-powder-2

Viva Face PowderViva Face Powder

Bagaimana hasilnya diwajah saya?

Saya mengaplikasikan Viva Face Powder, kuning langsat dengan foundation NYX Stay Matte. Menurut saya, coverage Viva Face Powder ini bagus di wajah saya. Warnanya terlihat rata dengan tone kulit, enggak beda lho antara wajah dan leher ­čśÇ Untuk aktifitas di dalam ruangan, staying powernya masih bisa diandalkan. Tetapi tidak dengan oil controlnya!

Tiga puluh menit setelah pengaplikasian Viva Face Powder:

viva-face-powder-3

Setelah 4jam pengaplikasian Viva Face Powder:

viva-face-powder-4

 

Tidak menyelamatkan TZone! Saya memerlukan touch up untuk selalu menjaga agar oil controlnya enggak meleleh. Terkadang, saya menguncinya dengan bedak padat agar stying powdernya awet. Untuk sehari-hari saya lebih sering menggunakan┬áViva Face Powder, ringan, terkadang kalau kondisi wajah saya sedang bagus, oilynya terlihat flawless lho *enggak mau rugi* ­čśŤ

Tapi, saya enggak berharap lebih pada Viva Face Powder. Jika memperhitungkan harganya kualitas Viva Face Powder setara dengan bedak tabur lokal lain yang dibandrol Rp. 50.000,- atau bahkan lebih.

Pada akhirnya, Viva Face Powder bukan perkara bedak tabur yang sudah legendaris tetapi kenangan. Ketika saya membeli Viva Face Powder, yang saya lakukan -barangkali- adalah menjaga ingatan. Ingatan saya pada Ibu. Memilikinya semacam mendapatkan warisan dari lemari yang telah digembok Ibu.

Readers, apakah kamu memiliki bedak warisan dari Ibu? Ceritakanlah dan biarkan saya mengetahuinya, saya akan senang dan berterima kasih sudah membaca tulisan kali ini.

blogg

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Bedak Tabur Lokal Warisan Ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s